NAMA
: Nurul
Mukhlisa
NIM :
44214010010
MATA
KULIAH : Produksi Media Public Relations Cetak
SOAL UTS :
1. Sebutkan suatu kasus yang merupakan fenomena di bidang kehumasan!
2. Buatlah
pemetaan tentang target komunikan yang akan menjadi target komunikasi!
3. Susunlah
strategi yang akan dilakukan untuk menjelaskan kasus tersebut?
4. Media
cetak apa saja yang akan digunakan, seperti
apa rubrikasinya dan sebutkan alasanya memilih media cetak
JAWABAN !
1. Study
Kasus :
Sabotase produk Johnson & Johnson
“Tylenol” di Amerika Serikat, seperti krisis yang pernah dialami oleh
perusahaan Johnson & Johnson pada tahun 1982, di Chicago Amerika Serikat.
Dengan munculnya kasus terorisme di Amerika yaitu sabotase produk “Tylenol”
yang diberi campuran racun, hingga menyebabkan sebanyak 7 (tujuh) orang tewas,
dan dikhawatirkan 100 juta penduduk Amerika akan mengalami kejadian yang
serupa. Keputusan penting dari bidang PR dengan sigap dan dukungan penuh dari
manajemen perusahaan, adalah dengan beker jasama dengan media secara baik.
Selama krisis berlangsung, setiap keputusan PR didasarkan pada prinsip tanggung
jawab bisnis sosial, yang mana membuat peran PR menjadi sangat efektif. Dalam
perusahaan Johnson & Johnson, Lawrence G. Foster selaku wakil Presiden PR,
yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan dan CEO, segera membentuk
komite strategi untuk menangani kasus tersebut. Komite tersebut berupaya untuk
membuat keputusan-keputusan penting, mulai dari strategi advertising, wawancara
TV, dan merencanakan penjualan kembali produk “Tylenol” dengan kemasan baru
yang tahan rusak. Hasil yang didapatkan dari jejak pendapat mengenai kasus
“Tylenol” tersebut menunjukkan bahwa 90 % warga Amerika tidak menyalahkan
perusahaan, 79 % mengetakan akan menggunakan produk “Tylenol” kembali.
Contoh
kasus diatas menggambarkan bahwa PR adalah dasar dari bisnis dan keputusan PR
berhubungan erat dengan praktik bisnis yang sehat dan filosofi tanggung jawab
sosial perusahaan.


2. target
komunikan yang akan menjadi target
komunikasi?
·
Manajemen selama masa krisis tetap
membuka saluran
komunikasi yang intensif dengan media
massa. Pada intinya pihak Johnson
& Johnson melakukan pemulihan citra
dengan memanfaatkan pemberitaan media massa secara efektif.
·
Konsumen
·
saluran TV dalam berbagai kesempatan
untuk menjelaskan secara gamblang dan terbuka mengenai kejadian tersebut.
3. Strategi
yang akan dilakukan.
Aktivitas PR yang
sangat penting dalam manajemen isu yaitu bagaimana agar isu tidak berkembang
menjadi krisis dan untuk mepertahankan citra positif perusahaan. Isu merupakan
suatu percobaan atau kejadian yang mungkin akan menjadi sumber kekacauan di
masa depan. Model manajemen isu diawali dengan tindakan mengidentifikasi isu
dan menganalisisnya. Kemudian menentukan strategi perubahan, menyusun program
perubahan serta melakukan monitoring pelaksanaan program dan evaluasi.
Dalam perusahaan
Johnson & Johnson, Lawrence G. Foster selaku wakil Presiden PR, yang
bertanggung jawab langsung kepada pimpinan dan CEO, segera membentuk komite strategi
untuk menangani kasus tersebut. Komite tersebut berupaya untuk membuat
keputusan-keputusan penting, mulai dari strategi advertising, wawancara TV, dan
merencanakan penjualan kembali produk “Tylenol” dengan kemasan baru yang tahan
rusak.
Aktivitas PR dalam
manajemen krisis terutama berkaitan dengan reassurance, meyakinkan bahwa
tindakan yang benar dan cepat telah dilakukan. Hal lain yang sangat penting
adalah pemberian informasi dengan mengemukan yang kebenaran dan apa adanya,
serta untuk memperbaiki citra perusahaan.
Langkah-langkah PR dalam menghadapi
situasi krisis adalah dengan Research, Action, Communication, dan Evaluation
(R-A-C-E formula), yaitu kategorisasi perusahaan dan katagorisasi publik.
• Research yang
dimaksud adalah menemukan dan mengkomunikasikan kebenaran
berupa data dan fakta.
• Action adalah apa yang ditangani untuk
menyelesaikan suatu masalah. Dalam manajemen krisis, action lebih penting
daripada communication.
• Communication sebagai inti dari aktivitas
PR, mengkaitkan perusahaan dengan lingkungannya. Komunikasi menekankan pada
waktu dan kecepatan dalam menyelesaikan masalah. Komunikasi meliputi
tindakan-tindakan penentuan kelompok sasaran (target group) dan
aktivitas-aktivitas PR itu sendiri.
The nature of the crisis merupakan
panduan utama dalam menetapkan strategi dalam aktivitas PR. Pemahaman mengenai
PR merupakan hal penting karena menjadi panduan dalam penyusunan pesan dan
menentukan media yang akan digunakan.
• Evaluation dilakukan untuk menelaah apakah
aktivitas PR telah mengubah opini negatif dan mengembalikan kepercayaan
masyarakat. Efektivitas program komunikasi melalui PR dapat dilakukan dengan
berbagai cara seperti environmental monitoring, public relation audit, dan
social audit. Katagorisasi perusahaan merupakan lagkah untuk
mengidentifikasikan kerentanan perusahaan terhadap isu dan krisis
4. Media
cetak yang digunakan.
§ Koran
: karna pemilihan media cetak ini sangat berguna untuk konsumen yang masih
gemar membaca.
§ Press
release : untuk meberikan berita tentang adanya produk baru dalam Johnson &
Johnson.