Sabtu, 16 April 2016

Kasus johnson & johnson " tylenol"

NAMA                    : Nurul Mukhlisa
NIM                        : 44214010010
MATA KULIAH     : Produksi Media Public Relations Cetak
SOAL UTS :
1.      Sebutkan  suatu kasus yang merupakan  fenomena di bidang kehumasan!
2.      Buatlah pemetaan tentang target komunikan yang akan menjadi  target komunikasi!
3.      Susunlah strategi yang akan dilakukan untuk menjelaskan  kasus tersebut?
4.      Media cetak apa saja yang akan digunakan, seperti  apa rubrikasinya dan sebutkan alasanya memilih media cetak

JAWABAN !
1.      Study Kasus :
         Sabotase produk Johnson & Johnson “Tylenol” di Amerika Serikat, seperti krisis yang pernah dialami oleh perusahaan Johnson & Johnson pada tahun 1982, di Chicago Amerika Serikat. Dengan munculnya kasus terorisme di Amerika yaitu sabotase produk “Tylenol” yang diberi campuran racun, hingga menyebabkan sebanyak 7 (tujuh) orang tewas, dan dikhawatirkan 100 juta penduduk Amerika akan mengalami kejadian yang serupa. Keputusan penting dari bidang PR dengan sigap dan dukungan penuh dari manajemen perusahaan, adalah dengan beker jasama dengan media secara baik. Selama krisis berlangsung, setiap keputusan PR didasarkan pada prinsip tanggung jawab bisnis sosial, yang mana membuat peran PR menjadi sangat efektif. Dalam perusahaan Johnson & Johnson, Lawrence G. Foster selaku wakil Presiden PR, yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan dan CEO, segera membentuk komite strategi untuk menangani kasus tersebut. Komite tersebut berupaya untuk membuat keputusan-keputusan penting, mulai dari strategi advertising, wawancara TV, dan merencanakan penjualan kembali produk “Tylenol” dengan kemasan baru yang tahan rusak. Hasil yang didapatkan dari jejak pendapat mengenai kasus “Tylenol” tersebut menunjukkan bahwa 90 % warga Amerika tidak menyalahkan perusahaan, 79 % mengetakan akan menggunakan produk “Tylenol” kembali.
Contoh kasus diatas menggambarkan bahwa PR adalah dasar dari bisnis dan keputusan PR berhubungan erat dengan praktik bisnis yang sehat dan filosofi tanggung jawab sosial perusahaan.


2.      target komunikan yang akan menjadi  target komunikasi?
·         Manajemen selama masa krisis tetap membuka saluran
komunikasi yang intensif dengan media massa. Pada intinya pihak Johnson
& Johnson melakukan pemulihan citra dengan memanfaatkan pemberitaan media massa secara efektif.
·         Konsumen
·         saluran TV dalam berbagai kesempatan untuk menjelaskan secara gamblang dan terbuka mengenai kejadian tersebut.

3.      Strategi yang akan dilakukan.

Aktivitas PR yang sangat penting dalam manajemen isu yaitu bagaimana agar isu tidak berkembang menjadi krisis dan untuk mepertahankan citra positif perusahaan. Isu merupakan suatu percobaan atau kejadian yang mungkin akan menjadi sumber kekacauan di masa depan. Model manajemen isu diawali dengan tindakan mengidentifikasi isu dan menganalisisnya. Kemudian menentukan strategi perubahan, menyusun program perubahan serta melakukan monitoring pelaksanaan program dan evaluasi.
Dalam perusahaan Johnson & Johnson, Lawrence G. Foster selaku wakil Presiden PR, yang bertanggung jawab langsung kepada pimpinan dan CEO, segera membentuk komite strategi untuk menangani kasus tersebut. Komite tersebut berupaya untuk membuat keputusan-keputusan penting, mulai dari strategi advertising, wawancara TV, dan merencanakan penjualan kembali produk “Tylenol” dengan kemasan baru yang tahan rusak.
Aktivitas PR dalam manajemen krisis terutama berkaitan dengan reassurance, meyakinkan bahwa tindakan yang benar dan cepat telah dilakukan. Hal lain yang sangat penting adalah pemberian informasi dengan mengemukan yang kebenaran dan apa adanya, serta untuk memperbaiki citra perusahaan.
Langkah-langkah PR dalam menghadapi situasi krisis adalah dengan Research, Action, Communication, dan Evaluation (R-A-C-E formula), yaitu kategorisasi perusahaan dan katagorisasi publik.

• Research yang dimaksud adalah menemukan dan mengkomunikasikan       kebenaran berupa data dan fakta.

•   Action adalah apa yang ditangani untuk menyelesaikan suatu masalah. Dalam manajemen krisis, action lebih penting daripada communication.

•    Communication sebagai inti dari aktivitas PR, mengkaitkan perusahaan dengan lingkungannya. Komunikasi menekankan pada waktu dan kecepatan dalam menyelesaikan masalah. Komunikasi meliputi tindakan-tindakan penentuan kelompok sasaran (target group) dan aktivitas-aktivitas PR itu sendiri.
The nature of the crisis merupakan panduan utama dalam menetapkan strategi dalam aktivitas PR. Pemahaman mengenai PR merupakan hal penting karena menjadi panduan dalam penyusunan pesan dan menentukan media yang akan digunakan.

      •   Evaluation dilakukan untuk menelaah apakah aktivitas PR telah mengubah opini negatif dan mengembalikan kepercayaan masyarakat. Efektivitas program komunikasi melalui PR dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti environmental monitoring, public relation audit, dan social audit. Katagorisasi perusahaan merupakan lagkah untuk mengidentifikasikan kerentanan perusahaan terhadap isu dan krisis
4.      Media cetak yang digunakan.
§  Koran : karna pemilihan media cetak ini sangat berguna untuk konsumen yang masih gemar membaca.

§  Press release : untuk meberikan berita tentang adanya produk baru dalam Johnson & Johnson.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar